Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 02 Maret 2013

“PENDIDIKAN SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN”.


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN     …………………………………………………
A.    Latar belakang     ………………………………………………………….
B.    Rumusan masalah     ………………………………………………………
C.    Tujuan     …………………………………………………………………..

BAB II. PEMBAHASAN     …………………………………………………
A.    Syarat-syarat Berdirinya Ilmu Pengetahuan……………………………...
B.    Ilmu pendidikan sebagai Ilmu Normatif, Teoritis dan Praktis……………
C.    Cabang-Cabang dan Ilmu Bantu Pendidikan……………………………..

BAB III. PENUTUP    .……………………………………………………….
A.    Kesimpulan     ……………………………………………………………..
B.    Saran     …………………………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA



KATA PENGANTAR
                                Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pertama-tama marilah senantiasa kita panjatkan puji syukur dan syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan limpahan rahmat-Nya lah, maka kami selaku kelompok 3 dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan tema “PENDIDIKAN SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN”.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, sehingga dengan segala kekurangan dan keterbatasan, kami sangat mengharapkan tanggapan berupa saran dan kritik yang sifatnya konstruktif dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini. Untuk itu dengan segala kerendahan hati, dengan ini kami menghaturkan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sebagai pembimbing kami yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Kami juga tak lupa mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya pada semua pihak yang ikut memberikan andil dalam pembuatan makalah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung atas kerjasama kelompok kami dan  semua pihak yang telah memberikan bantuan dan motivasinya.
Semoga makalah ini dapat dijadikan sebagai acuan belajar yang kompeten untuk kami kelompok 3 dan juga bagi rekan-rekan mahasiswa dalam proses pembelajaran PENGANTAR PENDIDIKAN khususnya dalam materi Pendidikan sebagai ilmu pengetahuan..
                                Wassalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh

                                                                                        Kendari, 8 Oktober. 2012

                                                                                                    ( Kelompok 3 )
                                                              BAB I
                                               PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan sebagian dari kehidupan masyarakat dan juga sebagi dinamisator masyarakat itu sendiri. Memang kita semua mengatahui betapa sektor pendidikan selalu terbelakang dalam berbagai sektor pembangunan lainnya, bukan saja karena sektor itu lebih dilihat sebagi sektor konsumtif, juga karena “by definition” pendidikan adalah penjaga status quo masyarakat itu sendiri. Bayangkan betapa runyamnya kehiduipan ini apabila tidak ada dasar pijakan dan tidak ada bintang penunjuk jalan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pendidikan yang berarti “education” adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan. Sedangkan pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran).
Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya. Sedangkan pengetahuan adalah objek dari pada manusia melakukan proses pendidikan itu sendiri.
Pendidikan merupakan sebagian dari kehidupan masyarakat dan juga sebagai dinamisator masyarakat itu sendiri. Permasalahan ini yang kami tuangkan dalam bentuk karya tulis makalah dengan judul “PENDIDIKAN SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN”.






B.    Rumusan masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah “  pendidikan  sebagai  ilmu pengetahuan
C.       Tujuan Masalah
a.    Mampu memahami dengan baik konsep pendidikan sebagai ilmu pengetahuan
b.    Mengetahui syarat-syarat berdirinya ilmu pengetahuan
c.    Mampu menjelaskan konsep ilmu pendidikan sebagai ilmu Normatif, Teoritis dan Praktis.
d.    Mengidentifikasi cabang-cabang dan ilmu bantu pendidikan

           



















BAB II
PEMBAHASAN
A.      Syarat-Syarat Berdirinya Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah suatu uraian yang sistematis dan metodis tentang suatu hal atau masalah. Setelah melihat pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa syarat ilmu pengetahuan sebagai berikut:
Ilmu pengetahuan harus ada objeknya.. adapun objek ilmu pengetahuan adalah obyek material dan formal. Obyek material adalah bahan yang menjadi sasaran suatu ilmu pengetahuan sedangkan obyek formal adalah sudut pembahasan suatu ilmu pengetahuan, misal: ilmu jiwa dan ilmu manusia yang kedua macam ilmu pengetahuan itu mempunyai obek material sama (manusia), akan tetapi obyek formalnya berbeda. Oleh karena itu obyek material ilmu pengetahuan dapat sama sedang obyek formalnya berbeda.
Ilmu pengetahuan harus metodis : ilmu pengetahuan dalam mengadakan pembahasan serta penyelidikan untuk suatu ilmu pengetahuan harus menggunakan metode yang ilmiah.
Ilmu pengetahuan harus sistematis
Harus mempunyai dinamika : ilmu pengetahuan harus tumbuh dan berkembang untuk mempunyai kesempurnaan.
Suatu ilmu pengetahuan harus memenuhi tiga persyaratan pokok dan beberapa persyaratan tambahan, diantaranya :
Persyaratan Pokok
•    Suatu ilmu harus mempunyai objek tertentu
•    Suatu ilmu pengetahuan harus menggunakan metode-metode yang sesuai
•    Suatu ilmu pengetahuan harus menggunakan sitematika tertentu

Persyaratan Tambahan
•    Suatu ilmu pengetahuan harus mempunyai dinamika
•    Suatu ilmu pengetahuan harus praktis
•    Suatu ilmu pengetahuan harus diabdikan untuk kesejahteraan umat manusia
Setelah kita tahu apa yang menjadi persyaratan suatu ilmu pengetahuan, tentunya kita mengetahui bahwa ilmu pendidikan telah memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut. Ilmu pendidikan mempunyai objek, metode dan sistematika. Tidak hanya itu, ilmu pendidikan juga telah memenuhi persyaratan tambahan lainnya, seperti praktis, dinamika dan tentunya diabdikan untuk kesejahteraan umat manusia.
B.       Ilmu pendidikan sebagai Ilmu Normatif, Teoritis dan Praktis
Ilmu pendidikan sebagai ilmu pengetahuan dimulaikan dengan meletakkan ilmu pendidikan dalam sistematika ilmu pengetahuan. Menurut sistemnya, ilmu pengetahuan dibedakan sebagai berikut :
1.    Ilmu-ilmu Murni : berdiri sendiri lepas dari pada ilmu pengalaman (empiris). Contoh; Matematika
2.    Ilmu-Ilmu Pengalaman (Empiris) : diperoleh berdasarkan pengalaman. Jadi objeknya adalah gejala-gejala kehidupan, baik yang Nampak ataupun yang tidak Nampak.
Ilmu pendidikan termasuk ilmu pengetahuan empiris yang diangkat dari pengalaman pendidikan, kemudian disusun secara teoritis untuk digunakan secara praktis. Dengan menempatkan kedudukan ilmu pendidikan di dalam sistematika ilmu pengetahuan, maka uraian selanjutnya adalah ilmu pendidikan sebagai Ilmu Normatif dan Ilmu pendidikan sebagai Ilmu Teoritis dan Praktis.
1.    Ilmu Pendidikan sebagai Ilmu Normatif
Sebagai ilmu pengetahuan normatif, ilmu pendidikan merumuskan kaidah atau pedoman atau ukuran tingkah laku manusia. Sesuatu yang normatif berarti berbicara masalah baik atau buruk dari perilaku manusia. Ilmu Pendidikan merumuskan peraturan-peraturan tentang bertingkah laku manusia untuk mencapai keteraturan hidup.Keteraturan hidup akan menjamin kelangsungan keeratan (kohesi)antarmanusia (hubungan sosial manusia).
Ilmu pendidikan itu selalu berurusan dengan soal siapakah “manusia” itu. Pembahasan mengenai siapakah manusia itu biasanya termasuk bidang filsafat, yaitu filsafat antropologi. Pandangan filsafat tentang manusia sangat besar pengaruhnya terhadap konsep serta praktik-praktik pendidikan. Karena pandangan filsafat itu menentukan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh seorang pendidik atau suatu bangsa yang melakukan pendidikan.
Nilai yang dijunjung tinggi ini dijadikan norma untuk menentukan ciri-ciri manusia yang ingin dicapai melalui praktik pendidikan. Nilai-nilai tidak diperoleh hanya dari praktik dan pengalaman mendidik, tetapi secara normative bersumber dari norma masyarakat, norma filsafat dan pandangan hidup, malah dari keyakinan keagamaan yang dianut oleh seseorang.
Karena Ilmu Pendidikan bersifat normatif berarti pula bersifat praktis karena ilmu pendidikan sebagai bahan ajar yang patut diterapkan sehingga pendidik bertugas menanamkan sistem-sistem norma bertingkah laku manusia yang dibanggakan, dihormati, dan dijunjung tinggi oleh masyarakat.
1.    Ilmu Pendidikan sebagai Ilmu yang Bersifat Teoritis dan Praktis
Ilmu Pendidikan termasuk pengetahuan normatif karena berkaitan erat dengan pandangan tentang manusia, nilai dan norma hidup yangmembentuk keperibadian manusia (anak didik).
Ilmu Pendidikan bersifat teoritis dan praktis karena berkaitan dengan strategi tindakan mendidik atau praktek mendidik
Dalam ilmu mendidik teoritis para cerdik pandai mengatur dan mensistemkan di dalam swapikirnya masalah yang tersusun sebagai pola pemikiran pendidikan. Jadi dari praktik-praktik pendidikan disusun pemikiran-pemikiran secara teoritis. Pemikiran-pemikiran teoritis inilah yang disusun dalam satu sistem pendidikan yang biasa disebut Ilmu Mendidik Teoritis.
Terdapat hubungan antara ilmu mendidik teoritis, sistematiss dan histories. Apa sajakah yang dapat disumbangkan sejarah pendidikan bagi teori pendidikan maupun praktik pendidikan?. Meskipun ilmu mendidik sistematis mendahului ilmu mendidik histories, akan tetapi ilmu mendidik histories juga memberikan bantuan dan memperkaya ilmu mendidik sistematis.
Selanjutnya adalah bagaimana hubungan antara ilmu mendidik histories dan ilmu mendidik praktis. Seorang maha guru ilmu mendidik JM. Guning berkata : teori tanpa praktek adalah baik pada human cerdik cendikiawan dan praktek tanpa teori hanya terdapat pada orang gila dan penjahat – penjahat namun alangkah lebih sempurnanya ilmu pendidikan itu dilakukan dengan cara teori dan praktek secara bersama-sama.
Untuk lebih memahami bahwa ilmu pendidikan itu adalah yang memerlukan pemikiran yang teoritis , adalah bahwa setiap pendidik memerlukan kritik- kritik sumbangan pemikiran dari para ahli/ orang lain, ia dapat belajar dari catatan-catatan kritik saran dari orang lain, yang pada akhirnya dapat dikatakan bahwa ia belajar berdasarkan teori.
C.      Cabang-Cabang dan Ilmu Bantu Pendidikan
Menurut Langeveld (1952) mengklasifikasikan cabang ilmu pendidikan sebagai berikut:
1.    Ilmu pendidikan Teoritis
1.    Ilmu pendidikan sistematis
2.    Sejarah pendidikan
3.    Ilmu perbandingan pendidikan
4.    Ilmu pendidikan praktis
1.    Metodik
2.    Pendidikan keluarga
3.    Pendidikan keagamaan
Ilmu bantu yang diperlukan dalam ilmu pendidikan antara lain:
Ilmu-ilmu biologi, misalnya ; Embriologi, Anatomi, Fisiologi, dan lain sebagainya.
Ilmu jiwa, misalnya; Ilmu Jiwa Umum, Ilmu Jiwa Perkembangan, Ilmu Jiwa Sosial
Ilmu-ilmu sosial, misalnya; Sosial, Ekonomi, Hukum, dan lain sebagainya.
BAB III
PENUTUP


A.    KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan yang kami telah jelaskan diatas, maka kami dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1.    Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meninkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya dan pengetahuan adalah objek daripada manusia melakukan proses pendidikan itu sendiri.
2.    Syarat-syarat ilmu pengetahuan yaitu ilmu pengetahuan hsrus memiliki objek, metodis, sistematis dan dinamika.
3.    Ilmu pengetahuan bersifat normatif, ilmu pendidikan merumuskan kaidah atau pedoman atau ukuran tingkah laku manusia
4.    Ilmu pengetahuan bersifat teoritis dan praktis, karena berkaitan erat dengan pandangan tentang manusia, nilai dan norma hidup yang membentuk keperibadian manusia (anak didik).
5.    Cabang-cabang pendidikan menurut Langeveld (1952) terbagi atas dua yaitu ilmu pendidikan teoritis dan ilmu pendidikan praktis.
6.    Ilmu bantu yang diperlukan dalam pendidikan yaitu ilmu-ilmu biologi, ilmu jiwa dan ilmu-ilmu sosial.




B.    SARAN
Adapun saran yang dapat kami berikan selama proses pembuatan makalah ini yaitu :
1.    Pennyusun menyarankan kepada pembaca khususnya mahasiswa setelah mengetahui pentingnya pendidikan sebagai ilmu pengetahuan diharapkan turut serta untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia berdasarkan tugasnya sebagai mahasiswa


                                                      DAFTAR PUSTAKA


     -            Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka Jakarta, 2002.
-            http://apadefinisinya.blogspot.com/2009/05/cabang-cabang-ilmu-pendidikan.html
-            http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=11&ved=0CBQQFjAAOAo&url=http%3A%2F%2Fdirectory.umm.ac.id%2FPerpustakaan%2520Pak%2520Onno%2Findonesia%2Fpendidikan%2Filmu-pendidikan.doc&rct=j&q=ilmu%20bantu%20pendidikan&ei=Lxu9TbbPF4LKrAfHk9SNBg&usg=AFQjCNF59EoTn-dvDBZ5sTJ-n4NnQkDINQ&cad=rja
-            http://ilmu1set.blogspot.com/2010/06/ilmu-pendidikan-sebagai-ilmu.html
-            http://www.gudangmateri.com/2010/07/pendidikan-sebagai-ilmu-pengetahuan.html
-           http://www.scribd.com/doc/51630982/1/Ilmu-Pendidikan-Bersifat-Normatif?query=normatif










 “


Di Susun Oleh :
Kelompok 3
KETUA       :  FACH RIZAL (A1D112O12)
ANGGOTA: 1. SITTI ALIJAH(A1D112062)
2.    WA ODE APRIATIN(A1D112028)
3.    RENY WAHYU JUWITA(A1D112014)
4.    ANDI SUSI SURYANA(A1D112040)
5.    IRMANSYAH(A1D1)


PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA & DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI
2012
Poskan Komentar